Apr 13, 2012

Penggunaan Pendekatan Menulis Proses untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Recount Siswa Kelas Dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah

By: Pudariati
Abstrak

Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2008. Diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. Nilai rata-rata siswa adalah 4.13 sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 6.00. Rumusan masalah yang diformulasikan dalam penelitian ini adalah”How can process writing approach be used to improve the ability in writing recount paragraphs of the second year students of MTsN Lamala Central Sulawesi?
Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah dengan menggunakan pendekatan menulis proses. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sistim kolaborasi. Peneliti bekerjasama dengan seorang kolaborator dalam hal merancang rencana pembelajaran, menentukan kriteria kesuksesan belajar, melaksanakan dan mengobservasi kegiatan mengajar serta merefleksi data
yang didapat dari proses pengajaran dan pembelajaran. Tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) mengamati tindakan, dan (4) menganalisa dan merefleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua MTsN Lamala Central Sulawesi tahun pelajaran 2008-2009. Jumlah siswa dalam kelas adalah 38 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar format pengamatan, catatan lapangan, rubrik penilaian, kuisener dan lembaran wawancara untuk siswa.
Model pendekatan menulis proses yang tepat dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan siswa gambar kegiatan berangkai yang berwarna untuk membantu membangun pengetahuan mereka tentang teks recount, (2) Memberikan siswa model teks recount yang strukturnya sudah ditandai dengan jelas, (3) meminta siswa untuk bekerja kelompok untuk mempelajari struktur teks recount (4) mengajak siswa untuk mengungkapkan ide mereka dalam tekhnik clustering, (5) menuntun siswa dalam menuangkan, memilih, dan mengatur ide mereka, (6) meminta siswa untuk menuangkan ide dalam bentuk kalimat dan mengatur kalimat tersebut dalam bentuk draft awal (7) meminta siswa untuk merevisi draft mereka dengan merujuk pada format petunjuk revisi (8) meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan guru, (9) meminta siswa untuk saling menukar pekerjaan dengan pasangannya, (10) meminta siswa untuk memeriksa grammar dan mekanik tulisan mereka dengan merujuk pada format petunjuk mengedit, dan (11) meminta siswa untuk merapikan tulisan mereka.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Pada siklus yang pertama, penjelasan tentang recount teks dilakukan pada pertemuan pertama, tahapan prewriting dan drafting pada pertemuan kedua, dan tahapan revising dan editing pada pertemuan ketiga. Pada siklus yang kedua, tahapan prewriting dan drafting dilakukan pada pertemuan pertama, tahapan revisi pada pertemuan kedua, dan tahapan editing pada pertemuan ketiga.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses berhasil meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan skor menulis siswa dalam kegiatan menulis. Hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dimana sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Sehubungan dengan hasil tulisan siswa, telah ditetapkan dalam kreteria keberhasilan kedua bahwa 60% dari keseluruhan jumlah siswa harus mencapai skor sama atau lebih tinggi dari 6.00. Skor siswa dalam siklus pertama belum mencapai kreteria keberhasilan karna hanya ada sepuluh (26.32%) dari tigapuluh delapan siswa yang memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari 6.00. Sementara di siklus kedua, duapuluh empat (63.16%) memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari 6.00 yang berarti bahwa kreteria keberhasilan telah tercapai.
Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk menerapkan pendekatan menulis proses dalam pengajaran menulis. Namun guru-guru harus mempertimbangkan model yang sesuai bagi siswa yang dapat memfasilitasi mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dan kepada para peneliti yang akan melaksanakan penelitian yang serupa disarankan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hal pemilihan jenis teks, media pengajaran dan prosedur pelaksanaan empat tahapan dalam pendekatan proses menulis.

Kata kunci: pendekatan menulis proses, kemampuan menulis, paragraf recount

0 comments:

Post a Comment