Apr 13, 2012

Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas Tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam Menulis Teks Narrative melalui Peer Feedback

By: Mohammad Faizal Mubarok
Abstrak

Sebagai bagian dari tahapan-tahapan dalam writing process, feedback sangat penting dalam membantu siswa untuk memperbaiki tulisannya. Mereka pada umumnya menginginkan teksnya dibaca oleh guru mereka untuk melihat bagaimana respon guru terhadap pekerjaan mereka, dan berharap bahwa mereka bisa belajar dari respon tersebut untuk memperbaiki drafnya.
Namun demikian, berdasarkan penelitian awal di kelas saya, kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik, dan pengalaman saya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tersebut, saya menemukan bahwa kebanyakan siswa tidak mampu memperbaiki draft pertama mereka khususnya draf dalam bentuk teks narrative setelah mendapatkan feedback dari saya, guru mereka. Kemungkinan penyebab dari permasalahan siswa tersebut terletak pada feedback yang tidak efektif yang diberikan oleh saya.
Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, peer feedback dalam bentuk revising checklists diajukan sebagai solusinya.
Hal yang menonjol dari strategi ini adalah bahwa peer feedback memberi siswa cara bagaimana memperbaiki draft awal mereka. Karena alasan itulah, penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam menulis teks narrative melalui pengimplementasian peer feedback.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian tindakan kelas model kolaborasi dengan empat tahapan, yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, diimplementasikan dalam penelitian ini. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan dalam dua siklus saja karena pada siklus kedua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini telah tercapai. Setiap siklus dari penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. Berkenaan dengan subjek penelitian, subjek penelitian ini adalah siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik tahun ajaran 2008/2009.
Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: lembar pengamatan checklists, catatan lapangan, angket, wawancara dan hasil pekerjaan siswa. Data yang diambil dari catatan lapangan dan wawancara dianalisa secara kualitatif dan dideskripsikan secara jelas. Sementara itu, data yang diambil melalui lembar pengamatan checklists, angket dan hasil pekerjaan tulis siswa dianalisis serta dipresentasikan secara kuantitatif dan diskipsi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peer feedback dalam pengajaran menulis dapat memperbaiki kemampuan menulis siswa serta sukses mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar menulis. Kemajuan penulisan narrative siswa terpotret dari hasil nilai menulis mereka. Hasil tulisan mereka telah mencapai kriteria kesuksesan yang berarti bahwa ada 26 siswa atau 82% siswa mendapatkan nilai yang sama atau lebih dari 60. Berkenaan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, keterlibatan, ketertarikan dan keantusiasan siswa dalam seluruh kegiatan proses belajar mengajar sangat bagus, atau 87% siswa secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas proses belajar mengajar. Hal ini berarti bahwa kriteria ketuntasan yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar telah tercapai.
Penerapan peer feedback dalam penelitian ini mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) menentukan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 siswa, (2) meminta siswa secara berkelompok untuk menyusun paragraf acak ke dalam susunan yang tepat, (3) meminta siswa untuk ambil bagian dalam diskusi antara siswa dan guru berkenaan dengan susunan yang tepat dari paragraf acak tersebut, (4) menyuruh siswa untuk menulis topik dalam waktu 1-5 menit, (5) menyuruh siswa untuk menulis rencana awal penulisan, (6) meminta siswa untuk menulis draf awal mereka, (7) mendiskusikan makna masing-masing item dari revising checklists, (8) memerintahkan siswa untuk membaca dan memberikan feedback pada contoh draf dengan menggunakan lembar revising checklists, (9) meminta siswa untuk mendiskusikan contoh draf tersebut dalam kelompok, (10) menyuruh siswa untuk berdiskusi berkaitan dengan feedback siswa terhadap draf pilihan dalam bentuk diskusi kelas, (11) menyuruh mereka membaca dan memberi feedback terhadap draf teman sejawat mereka, (12) meminta mereka untuk saling mendiskusikan draf mereka masing-masing dengan memberikan komentar dan saran-saran terhadap draf teman mereka dengan cara menjelaskan checklists mereka, (13) meminta mereka untuk merivisi dan memperbaiki draf mereka berdasarkan feedback teman mereka, (14) memerintahkan mereka untuk menulis draf mereka sebagai draf akhir.
Mengacu pada kekuatan penerapan peer feedback dalam penelitian ini, disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah pengajaran yang sama untuk menerapkan strategi ini sebagai solusi alternatif dalam pengajaran menulis. Namun demikian, dalam pengimplementasiannya, guru dianjurkan untuk memberi dan mengajarkan model penerapan peer feedback sebelum mengimplementasikannya, mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan bahasa Inggrisnya, menunjuk siswa untuk memimpin diskusi, mengendalikan kegiatan peer feedback, mengaktifkan partisipasi siswa dalam kegiatan peer feedback, menempatkan posisi mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar serta menentukan alokasi waktu yang sesuai khususnya ketika dalam kegiatan membaca dan memberi feedback berdasarkan kemampuan siswa. Sementara itu, bagi peneliti yang akan datang, mereka direkomendasikan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan strategi ini dalam pengajaran kemampuan bahasa lainnya atau dalam pengajaran menulis dengan model teks lainnya dan memperluas fokus mereka pada semua aspek menulis yang meliputi isi, organisasi, tatabahasa, kosa kata dan mekanik.

Kata kunci: kemampuan menulis, teks narrative, peer feedback

0 comments:

Post a Comment