Apr 13, 2012

Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik Melalui Permainan tebak-tebakan (Guessing Games)

By: Nif ‘atul Aula
Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik, menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas II masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tugas menulis. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana permainan tebak-tebakan digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?”
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar menulis melalui strategi permainan tebak-tebakan. Strategi ini dipilih karena mampu membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah
“ Bagaimana strategi permainan tebak-tebakan digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas VIII MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Tiap siklus meliputi tiga pertemuan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi, catatan lapangan, kuisioner, interview dan tugas menulis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi permainan tebak-tebakan yang sesuai untuk pengajaran menulis teks deskriptif meliputi langkah-langkah berikut: (1) membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-4 siswa, (2) menyiapkan beberapa gambar atau benda kecil dan meminta salah satu siswa dari tiap kelompok untuk memilih gambar atau benda yang dimasukkan dalam sebuah amplop, (3) meminta siswa untuk membuat daftar kosakata berdasarkan gambar atau benda yang dipilih, (4) meminta siswa untuk menyusun kalimat dari daftar kata yang diperoleh untuk membuat kartu deskripsi, (5) meminta siswa untuk menebak kartu deskripsi –kegiatan ini digunakan sebagai kompetisi untuk meningkatkan motivasi siswa, (6) menyiapkan dan mendiskusikan model teks, (7) meminta siswa membuat draf secara individu dengan strategi yang sama dalam membuat kartu deskripsi, (8) meminta siswa merevisi draf yang difokuskan pada isi dan susunan, (9) meminta siswa mengedit kosakata yang digunakan, (10) meminta siswa membaca hasil tulisan di depan kelas (10) melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar kemampuan menulis.
Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa strategi permainan tebak-tebakan dapat mening­katkan kemampuan siswa dalam menulis. Peningkatan dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa dalam menulis dan juga jumlah siswa yang nilainya dapat mencapai skor minimal untuk writing. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 5.83 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 43.4%. Pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 7.07 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 82.6%. Disamping itu, strategi permainanan tebak-tebakan dapat mening­katkan partisipasi dan motivasi siswa selama mengerjakan tugas menulis.
Berdasarkan hasil temuan, disarankan bagi para guru untuk menggunakan strategi permainan tebak-tebakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam pengajaran menulis. Bagi para peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi tebak-tebakan dalam pengajaran menulis pada jenis teks yang lain.

Kata kunci: permainan tebak-tebakan, kemampuan menulis

0 comments:

Post a Comment