Apr 13, 2012

Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTs Negeri 2 Medan

By: Raudhatuz Zahrah
Abstrak

Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris dan studi awal yang dilakukan, prestasi siswa pada menulis teks narasi belum memuaskan. Nilai rata-rata tulisan teks narasi siswa adalah 49.6, sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 60.0. Prestasi yang tidak memuaskan ini dikarenakan (1) siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis, mengorganisasikan dan mengalihbahasakan ide-ide mereka ke dalam teks yang menarik, (2) strategi pengajaran dan pembelajaran menulis yang tidak efektif, dan (3) motivasi siswa untuk menulis sangat rendah. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengusulkan salah satu strategi yang sesuai dalam mengajarkan menulis narasi, yaitu teknik Jigsaw.
Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks narasi siswa dengan menggunakan teknik Jigsaw. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa di MTs Negeri 2 Medan.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan guru bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi pelaksanaan teknik Jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi, catatan lapangan, kuisener, dan hasil tulisan siswa. Subyek penelitian ini adalah 42 siswa kelas dua MTs Negeri 2 Medan pada tahun ajaran 2008/2009. Semua siswa menjadi subyek penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teknik Jigsaw yang sesuai dalam pengajaran menulis teks narasi meliputi langkah-langkah berikut: (1) memberikan model teks narasi yang dilengkapi dengan rangkaian gambar berurutan kepada siswa dengan tujuan untuk membangun pengetahuan siswa tentang cerita dan input bahasa berupa kosa kata, tata bahasa, dan ciri-ciri kebahasan dari teks narasi, (2) memerintahkan siswa untuk membaca cerita dan memperhatikan kosa kata, tata bahasa, dan ciri-ciri kebahasaan dari teks narasi, (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang cerita dan ciri kebahasaan teks narasi, (4) mengelompokkan siswa dalam kelompok ahli yang terdiri dari empat siswa, (5) mendistribusikan sebuah gambar yang khusus dan berbeda dari rangkain gambar yang berurutan yang dilengkapi dengan beberapa kata kunci kepada setiap kelompok ahli, (6) meminta setiap siswa untuk menulis hasil diskusi tentang deskripsi sebuah gambar bagian dari sebuah cerita, (7) mengumpulkan gambar, (8) mengelompokkan kembali siswa ke kelompok jigsaw, (9) meminta siswa untuk mempresentasikan bagian dari cerita yang dikuasainya dan saling bertukar cerita untuk mendapatkan satu cerita yang lengkap, (10) berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk mengawasi proses pembelajaran, (11) meminta siswa untuk menulis kembali cerita tersebut secara perseorangan sehingga mereka menyadari bahwa bagian ini bukan sekedar permainan tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti, (12) meminta siswa ntuk memperbaiki tulisan pertama mereka dengan menggunakan petunjuk pebaikan, (13) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyunting tulisan mereka dengan mengunakan petunjuk penyuntingan, dan (14) mempublikasikan hasil tulisan mereka pada sesi terakhir pembelajaran dengan membacanya di depan kelas atau menempelnya di majalah dinding.
Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata menulis teks narasi siswa dari nilai studi awal 49.6; 60.2 di siklus pertama, dan 70,2 di siklus kedua. Di samping itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik Jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Diketahui bahwa 74.0% siswa termotivasi di siklus pertama dan 83.8% siswa termotivasi di siklus kedua. Selain itu, diketahui bahwa 83.1% siswa berpartisipasi secara aktif di siklus pertama dan 88.9% siswa berpatisipasi di siklus kedua.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Jigsaw karena teknik ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi namun juga dalam memotivasi siswa untuk menulis dan bekerja sama dalam mendeskripsikan kejadian yang ada di dalam gambar. Selain itu, Jigsaw juga berguna dalam mendorong siswa untuk ikut serta secara aktif dalam menulis teks narasi. Di samping itu, disarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan teknik lain dari cooperative learning sebagai strategi belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya dalam keterampilan menulis tetapi juga pada ketiga keterampilan bahasa yang lain. Selain dari itu, disarankan agar siswa menggunakan teknik Jigsaw sebagai strategi belajar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis teks narasi mereka yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk calon guru-guru peneliti, khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah yang sama dan tertarik untuk melaksanakan penelitian, disarankan untuk menerapkan Jigsaw pada bidang keterampilan yang sama di penelitian mereka atau pada bidang keterampilan bahasa yang lain, seperti keterampilan mendengar. Dalam keterampilan ini, para siswa mendengarkan bagian yang berbeda dari sebuah bacaan, dan kemudian saling bertukar informasi dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas. Para siswa dapat melaporkan tugas tersebut secara lisan atau tertulis.

Kata kunci: teknik jigsaw, teks narasi, kemempuan menulis

0 comments:

Post a Comment