Feb 15, 2012

Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menulis Teks Recount melalui Starategi Menulis Proses di MTsN Grogol Kediri

By: Luluk Rahmawati
Abstrak

Menurut para siswa kelas 8 di MTsN Grogol Kediri, menulis dianggap sebagai kecakapan berbahasa yang paling sulit dikuasai. Sayangnya, pembelajaran menulis tidak dilakukan dengan baik oleh para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dan hal itu menyebabkan rendahnya kemampuan menulis para siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, strategi menulis proses diajukan karena telah dibuktikan berhasil oleh beberapa peneliti dalam meningkatkan kemampuan menulis para siswa. Kemudian, penelitian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 8 dalam menulis teks recount melalui strategi menulis proses di MTsN Grogol Kediri dilaksanakan.
Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, dan refleksi. Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran menulis. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa tidak ada seorang siswapun yang mendapatkan nilai 65 sebagai nilai minimal.
Subyek penelitian ini adalah 37 siswa kelas VIII-C pada tahun ajaran 2008-2009. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 4 instrumen yaitu lembar observasi, catatan lapangan, portofolio, dan kuesioner. Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria kesuksesan berikut: (1) 75% siswa atau lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar, (2) sekurang-kurangnya 50% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65, dan (3) sekurang-kurangnya 75% siswa memiliki tanggapan yang bagus terhadap penggunaan strategi menulis proses.
Prosedur yang tepat dalam penerapan strategi menulis proses untuk mengajar menulis adalah (1) membagi siswa menjadi beberapa kelompok, (2) membagikan gambar berangkai untuk tahap pemodelan, lembar kerja siswa, dan media, (3) menugaskan siswa untuk memperoleh ide, (4) meminta siswa untuk menyusun ide-ide tersebut ke dalam paragraf, (5) menugaskan siswa untuk merevisi draf dalam hal isi dan penyusunan, (6) meminta siswa untuk mengedit draf dalam hal tata bahasa, kosa kata, ejaan, pemakaian huruf kapital, dan tanda baca, dan (7) meminta siswa untuk menulis hasil akhir karangan mereka. Pada setiap langkah, siswa diberi contoh terlebih dahulu.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa semua indikator kesuksesan telah dapat dicapai pada Siklus I. Mengenai indikator yang pertama, hasil temuan menunjukkan bahwa 75% siswa telah berpartisipasi pada sekurang;kurangnya 9 kegiatan dari 13 kegiatan di lembar observasi. Berkenaan dengan kriteria yang kedua, hasil analisis data menunjukkan bahwa 72.97% siswa (27 siswa) telah memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. Untuk kriteria yang ketiga, hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 94% siswa (34 siswa) memberikan respon positif terhadap penggunaan strategi menulis proses.
Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penggunaan strategi menulis proses untuk mengajar menulis, disarankan kepada para guru bahasa Inggris untuk memanfaatkan strategi ini untuk mengajar menulis. Bagi peneliti lainnya, disarankan agar mereka mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan strategi menulis proses di tingkat SD (khususnya RSBI) dan SMA/MA karena belum ada penelitian mengenai hal itu di tingkat tersebut.

Kata kunci: kemampuan menulis, teks recount, strategi menulis proses

0 comments:

Post a Comment