Dec 15, 2011

Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Gambar Berseri di MTs Negeri Lubuk Basung I Sumatera Barat

By: Era Susanti
Abstrak

Menulis merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatra Barat. Hal ini dapat dilihat dari skor yang tidak memuaskan dan beberapa masalah yang dihadapi siswa ketika menulis. Menulis menempati skor terendah dibandingkan tiga kemampuan bahasa lainnya. Selain itu, siswa mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide. Mereka tidak dapat menulis dengan lancar karena mereka tidak tahu apa yang akan ditulis dan mereka mandek ketika sedang menulis. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesulitan bagaimana membuat kalimat. Hasilnya, siswa tidak memiliki motivasi untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit dan membosankan bagi mereka. Berkenaan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana gambar berseri digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat.

 Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan guru kolaborasi bekerja sama dalam melaksanakan penelitian. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan utama, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi pelaksanaan, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes menulis, format observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah 31siswa MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat kelas VIII.4 tahun pelajaran 2008/2009.
Penelitian ini menemukan prosedur yang cocok dalam penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount sebagai berikut: (1) membagi siswa dalam kelompok-kelompok, (2) meminta siswa menyusun gambar acak menjadi gambar berseri (3) meminta siswa mencari kosakata dan informasi-informasi dari gambar,(4) meminta siswa menentukan outline masing-masing gambar, (5) memberikan model teks recount kepada siswa, (6) meminta siswa mengidentifikasi kata kerja yang digunakan di dalam teks, (7) meminta siswa mengidentifikasi kata sambung yang digunakan dalam teks,(8) meminta siswa mendiskusikan bagian-bagian teks, (9) mendiskusikan isi teks dengan memberikan beberapa pertanyaan, (10) menyuruh siswa mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam teks model, (11) meminta siswa menyusun kalimat acak menjadi teks recount yang baik berdasarkan gambar berseri,(12) menyuruh siswa memasang kartu-kartu yang bertuliskan kata hubung untuk menghubungkan gambar-gambar, (13) meminta siswa menulis teks recount secara individu berdasarkan gambar berseri, (14) meminta siswa membaca kembali draf dan mengoreksinya, (15) meminta siswa membaca nyaring hasil tulisan siswa di depan kelas, dan (16) meminta siswa merespon karangan yang dibacakan oleh temanya. Setelah dites, skor rata-rata pada siklus ini naik menjadi 66.0 dimana 73.3% siswa memperoleh skor 65 keatas.
Di samping peningkatan skor karangan siswa, temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias dalam kegiatan belajar. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. Penerapan penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount juga mendapat tanggapan positif dari siswa.
Dari temuan penelitian, disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang menerapkan strategi ini untuk memberikan instruksi yang jelas kepada siswa, mengatur waktu seefektif mungkin, memberikan kontrol dan bimbingan dalam kerja kelompok, dan memilih topik dan gambar berseri yang dekat dengan kehidupan siswa. Bagi peneliti lain, disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan gambar berseri dalam pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada peningkatan penguasaan tata bahasa siswa.

Kata kunci: kemampuan menulis, gambar berseri, teks recount

0 comments:

Post a Comment